Allahumma yassir wala tu’assir – Arti dan Makna nya yang Sangat Dalam

“Allahumma yassir wala tu’assir” yang kerap diucapkan di media sosial seiring perkembangan teknologi dan penyebaran agama islam di era modern ini.

Mulai dari ajakan untuk menggunakan hijab, kajian, lafadz-lafadz doa dan ucapan arab, hingga fenomena hijrah. Pengertian hijrah, yaitu fenomena perubahan untuk mempelajari islam lebih dalam. Hal ini sangat marak di kalangan publik figur, sehingga membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat luas.

Lalu, sebenarnya apa sih kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir?

Apakah termasuk dalam doa, hadist, atau dalil yang mampu menjelaskan terkait kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir ? Mari kita simak ulasan berikut ini!

allahumma yassir wala tu'assir
allahumma yassir wala tu’assir

Arti Allahumma Yassir Walaa Tu’assir

Ajaran agama islam senantiasa memotivasi para hambanya untuk berdoa kepada Allah SWT. Hal ini merupakan salah satu penyempurnaan wujud seorang hamba Tuhan. Baik dalam keadaan suka maupun duka.

Kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir seringkali dianggap sebagai sebuah doa ketika seorang hamba merasa dalam kondisi terpuruk.

Berikut arti dari kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir .

اَللّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّر

Artinya : “Ya Allah permudahlah dan jangan Engkau persulit!” 

Makna Allahumma Yassir Walaa Tu’assir

Secara eksplisit, kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir mungkin terdengar seperti sebuah doa kepada Allah SWT untuk dipermudah dalam kesulitan. Padahal, tidak demikian.

Beberapa ulama berpendapat bahwa berdoa dengan kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir kurang tepat. Hal ini disebabkan penggunaan kalimat walaa tu’assir yang berarti “Jangan Engkau persulit!” seakan Allah SWT telah mempersulit hambaNya. Selain itu, kalimat walaa tu’assir mengandung kesan prasangka buruk kepada Allah jika Allah tidak akan mempermudah urusan hamba Nya.

Padahal jika dipahami kembali, Allah selalu mempermudah hambanya. Sejatinya hal-hal yang baik selalu berasal dari Allah SWT. Sebaliknya, ketika terjadi suatu keburukan maka seorang hamba itu sendirilah pelakunya.

Allah SWT. Dia lah Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Bisa jadi ketika seorang hamba diuji dengan kesengsaraan, Allah sedang menguji. Ingatkah dia dengan Tuhannya? Masihkah dia mengimani Tuhannya?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q.S. Al-Baqarah : 286)

Kita saja yang terkadang sebagai hamba sering berburuk sangka kepada Tuhan. Mengapa terkadang kita hanya mau hal-hal yang enak saja? Kekayaan, kejayaan, kecantikan, kemewahan, dan melimpahnya urusan dunia. Berharap sorga, tidak mau masuk neraka. Berharap pahala dengan meminta dihapus dosa. Beramal baik supaya mendapat imbalan surga. Berkeluh kesah mengapa diberi cobaan sedemikian. Tidak mau mensyukuri apa yang telah dimiliki.

Sejarah Kalimat Allahumma Yassir Walaa Tu’assir

Sejarah kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir diriwayatkan dalam sebuah hadist. Rasulullah SAW berkata kepada beberapa pensyiar agama islam (orang yang berdakwah) :

اَللّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّر, بَشِّرُوْوَلَا تُنَفِّرُو

“Yassiruu walaa tu’assiruu,, basyiruu walaa tunaffiruu,,

Artinya : ”Permudahlah, jangan dipersulit,, berilah kabar gembira,jangan ditakut-takuti. .”

Dari penjelasan tersebut, dapat kita pahami bahwa kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir merupakan sebuah nasehat Rasulullah SAW kepada para pendakwah dalam mensyiarkan agama Islam.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada para pendakwah untuk mempermudah dalam mengajarkan agama Islam. Jangan menakut-nakuti, mengancam, membawa kabar buruk. Namun, sampaikanlah dakwah agama Islam dengan suka cita, ramah, dan memberi kabar gembira.

Anjuran Doa Ketika Mengalami Kesulitan

Jika kalimat Allahumma yassir walaa tu’assir tidak tepat digunakan untuk berdoa ketika sedang mengalami kesulita. Maka Terdapat doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini merupakan sebuah riwayat hadist. Rasulullah SAW bersabda kepada umatnya kalimat doa yang dapat diucapkan ketika dalam kesulitan.

اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

Artinya : “Ya Allah tak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan yang sulit bisa Engkau permudah bila Engkau kehendaki mudah.” (HR. Ibnu Hibban dalam “Shohih”nya 2427, Ibnu Sunni dalam “Amalul Yaum wal Lailah” 351, sanadnya dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Silsilah Ash-Shohihah” 2886 dan dishohihkan oleh Syaikh Muqbil Al-Wadi’i dalam “Ash-Shohihul Musnad” hal. 72 dari Anas bin Malik)

Demikian penjelasan mengenai allahumma yassir wala tu’assir dengan arti dan makna nya yang sangat dalam. Semoga bermanfaat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*